Digital DIRE, Sarana Investasi Properti dengan Cara Patungan

digital dire
Foto: elements.envato.com

Investasi berbasis digital kini makin banyak jenisnya, mulai dari saham, reksa dana, p2p lending, dan crowdfunding. Seiring perkembangan teknologi, kini telah hadir kategori baru di bidang fintech yaitu Digital DIRE. Digital DIRE sendiri berupa investasi patungan di bidang properti seperti yang saat ini dilakukan oleh Digital Property atau Dipro.

Apa Itu Digital DIRE?

DIRE merupakan singkatan dari Dana Investasi Real Estate atau dikenal juga sebagai REIT (Real Estate Investment Trust). DIRE adalah sarana investasi dengan Kontrak Investasi Kolektif (KIK) yang bertujuan mengumpulkan dana dari para investor untuk berinvestasi di bidang real estate atau properti. Banyaknya investasi yang diberikan investor mewakili kepemilikannya atas sebuah properti. Investor berhak menikmati keuntungan dari hasil operasi atau penyewaan properti tersebut sesuai dengan persentase kepemilikannya.

Digital DIRE bisa diartikan sebagai kumpulan dana investor yang diinvestasikan ke aset properti dengan menggunakan teknologi digital. Sederhananya, DIRE ini seperti  patungan untuk membeli aset properti. Baik secara langsung seperti membeli gedung maupun tidak langsung dengan membeli saham/obligasi perusahaan properti.

Keuntungan yang diperoleh investor berasal dari penyewaan ataupun penjualan aset properti. Hasil sewa dan penjualan dari aset properti tersebut dikembalikan ke investor sebagai dividen yang dibagikan per tiga bulan. Selain pendapatan aktif dari hasil sewa, DIRE juga memperoleh pendapatan pasif dari kenaikan harga properti tiap tahunnya.

Baca juga: Investasi Properti Adalah Instrumen yang Digemari Sejak Dulu. Ini Alasannya!

Keunggulan Digital DIRE

digital dire
Foto: elements.envato.com

DIRE memiliki beberapa keunggulan baik bagi investor maupun developer properti, berikut di antaranya:

1. Investor tidak harus mengelola properti secara langsung

Melalui DIRE, investor bisa berinvestasi tanpa harus memiliki dan mengelola properti secara langsung. Segala urusan terkait perizinan dan pemeliharaan properti telah dilakukan oleh Manajer Investasi. Sehingga, investor hanya tinggal duduk manis dan menunggu keuntungan bagi hasil masuk ke rekening.

2. DIRE tidak dikenakan pajak

Khususnya di Indonesia, belum ada ketentuan yang mengatur terkait pajak untuk DIRE. Tidak seperti perusahaan properti biasa yang dikenakan pajak apabila mendapat penghasilan dari hasil sewa properti, DIRE tidak dikenakan pajak penghasilan. Namun, pendapatan berupa dividen yang diterima investor akan dikenakan pajak.

3. Properti lebih cepat terjual (likuid)

Tidak hanya investor, developer properti pun memperoleh keuntungan dari DIRE. Dengan adanya DIRE, developer bisa balik modal lebih cepat karena menjual aset propertinya kepada investor yang tergabung dalam KIK-DIRE. Dalam hal ini DIRE lebih likuid, karena seperti yang kita ketahui bahwa properti umumnya memerlukan waktu yang lama untuk terjual.

Perbedaan Digital DIRE dengan Reksa Dana

DIRE berbeda dengan Reksa Dana, meskipun DIRE berbentuk KIK dan memiliki struktur yang mirip dengan reksa dana. Salah satu yang membedakan DIRE dengan reksa dana adalah DIRE diperbolehkan meminjam dana saat membeli aset real estate dengan syarat pinjaman tidak melebihi 30% dari nilai aset tersebut. Adapun reksa dana tidak diperbolehkan meminjam dana dari pihak lain untuk berinvestasi.

Baca juga: 3 Jenis Investasi Properti Modal Kecil dan Kekinian

Prospek Digital DIRE di Indonesia

digital dire
Foto: elements.envato.com

Selain menjadi alternatif bagi investor untuk menempatkan uangnya, DIRE juga memberikan dampak positif bagi ekonomi di Indonesia. DIRE memberikan peluang bagi calon investor untuk berinvestasi langsung pada sarana infrastruktur. Hal ini dapat berkontirbusi dalam meningkatkan infrastruktur di Indonesia.

Dari sisi pemilik aset sebagai seller, mereka pun juga memiliki peluang. Jika ada pemilik aset yang kesulitan mencari buyer, maka asetnya bisa diikutsertakan dalam DIRE selama asetnya produktif dan memiliki pendapatan. Dengan skema KIK (Kontrak Investasi Kolektif), siapapun bisa ikut patungan memiliki aset real estate atau properti. Tidak harus dengan biaya yang besar, bahkan dengan uang ratusan ribu saja setiap orang bisa menjadi investor properti. Hadirnya DIRE mampu menjangkau seluruh masyarakat Indonesia dari kalangan mana pun.

Nah, apakah Anda juga mulai tertarik dengan Digital DIRE?

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *