3 Jenis Investasi Properti Modal Kecil dan Kekinian

investasi properti modal kecil
Foto: elements.envato.com

Kata siapa berinvestasi di sektor properti harus punya banyak uang dulu? Meskipun harga properti tergolong tidak murah, namun sebenarnya Anda bisa memulai investasi properti hanya dengan modal kecil. Saat ini sudah banyak jenis investasi properti modal kecil yang bisa mendatangkan keuntungan.

Secara umum, aset properti terdiri dari tanah dan bangunan. Namun, untuk investasinya sendiri ada berbagai macam produk. Tidak hanya sebatas membangun atau membeli properti lalu menjualnya kembali. Ada cara yang lebih simpel dan praktis untuk memulai investasi properti dengan modal kecil.

Mau tahu jenis investasi properti apa saja yang hanya membutuhkan modal kecil? Simak deretan investasi properti menguntungkan di bawah ini.

Baca juga: Investasi Properti Adalah Instrumen yang Digemari Sejak Dulu. Ini Alasannya!

1. Property Equity Crowdfunding

property equity crowdfunding
Foto: elements.envato.com

Property equity crowdfunding adalah investasi properti yang pengumpulan dananya dilakukan secara kolektif atau patungan dari para investor. Dengan begitu, Anda tidak harus membeli properti secara utuh. Anda tetap bisa memiliki properti tersebut dengan membeli sebagian kecilnya saja.

Misalnya, Anda ingin membeli properti seharga Rp 1 miliar. Namun, Anda hanya memiliki dana Rp 50 juta. Dengan cara crowdfunding, Anda bisa ikut patungan membeli properti senilai 5% dari harga properti tersebut. Artinya, Anda menjadi pemilik properti tapi hanya 5% bagiannya saja, seperti pemegang saham.

Cara ini sebenarnya sudah banyak dilakukan di luar negeri. Di Indonesia sendiri juga sudah mulai mengikuti cara investasi properti dengan crowdfunding.

Berapa minimal investasi dan keuntungannya?

Karena tidak harus membeli satu properti utuh, maka sistem investasinya adalah membeli lot. Minimal pembeliannya adalah 1 lot dengan harga Rp 500 ribu. Jika Anda memiliki dana Rp 50 juta, maka jumlah lot yang bisa Anda beli adalah 100 lot. Keuntungan yang akan Anda dapatkan pun disesuaikan dengan persentase kepemilikan properti Anda.

Dari mana keuntungannya? Dari hasil penyewaan properti. Anda akan mendapatkan bagi hasil dari hasil sewa bulanan properti tersebut. Jadi, Anda bisa mendapatkan penghasilan tambahan tiap bulan dengan cara ini. Anda pun tidak perlu repot mengurus berbagai dokumen perizinan karena perusahaan yang bersangkutan sudah mengurusnya.

Bagaimana cara berinvestasi?

Beberapa startup di Indonesia sudah ada yang menyediakan layanan ini dan telah tercatat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Salah satunya adalah Digital Property atau dikenal dengan Dipro. Cara investasinya pun terbilang mudah. Cukup ikuti langkah-langkah berikut:

  • Kunjungi situs resmi dipro.id
  • Registrasi dan selesaikan proses verifikasi
  • Masukkan uang di saldo deposit Anda sesuai harga jumlah lot yang ingin Anda beli.
  • Pilih properti yang Anda inginkan dan tunggu sampai dana terkumpul sesuai target.
  • Setelah properti terdanai (fully funded), Anda cukup duduk manis menunggu bagi hasil setiap bulannya.

Baca juga: Digital DIRE, Sarana Investasi Properti dengan Cara Patungan

2. Beli Saham Properti di Pasar Modal

saham properti pasar modal
Foto: elements.envato.com

Cara ini seperti investasi saham, bedanya yang Anda beli adalah saham perusahaan pengembang properti. Anda bisa memiliki perusahaan tersebut meskipun persentasenya kecil. Saat ini juga sudah banyak perusahaan properti yang masuk di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berapa minimal investasi dan keuntungannya?

Minimal investasi saham properti adalah 1 lot yang setara dengan 100 lembar. Adapun harga setiap perusahaan cukup bervariasi, dari Rp 50 perak per lembar hingga puluhan ribu rupiah. Namun, harga yang murah tidak menjamin prospek perusahaan tersebut bagus.  Karena itu, sebelum membeli lot sebaiknya Anda mempelajari prospek bisnis perusahaannya terlebih dulu.

Keuntungan investasi saham properti berasal dari kenaikan harga saham (capital gain) dan pembagian keuntungan perusahaan (dividen). Meskipun harga properti selalu meningkat, bukan berarti investasi saham properti pasti untung. Ada beberapa faktor yang membuat harga saham turun, salah satunya jika penjualan mereka lesu.

Bagaimana cara berinvestasi?

Hampir sama dengan property crowdfunding, cara berinvestasi saham properti adalah memilih perusahaan yang kamu inginkan lewat aplikasi trading. Anda juga harus membuka rekening di perusahaan sekuritas untuk bisa membeli saham.

3. Pendanaan Properti Lewat P2P Lending

p2p lending
Foto: elements.envato.com

Situs peer-to-peer lending atau yang lebih dikenal dengan P2P lending mulai marak di Indonesia. Tidak hanya untuk pendanaan usaha, kini sudah ada P2P lending untuk pendanaan properti. Situs ini diperuntukkan bagi Anda yang ingin membeli aset properti tapi membutuhkan pinjaman uang. Selain itu, Anda juga bisa mendanai proyek properti. Situs P2P lending ini akan mempertemukan investor dan peminjam dana.

Berapa minimal investasi dan keuntungannya?

Minimal investasi di situs P2P lending cukup terjangkau, mulai dari Rp 200 ribu saja. Adapun return yang Anda dapatkan sekitar 11% per tahun. Dengan modal yang kecil, Anda sudah bisa menjadi investor bisnis properti. Namun, investasi ini lumayan beresiko karena rata-rata peminjam dana adalah orang yang dinilai kurang layak kredit bank. Jadi Anda tetap harus selektif memilih proyek yang akan Anda danai.

Itulah tiga jenis investasi properti modal kecil yang sedang tren saat ini. Ada banyak peluang bagi Anda untuk memulai bisnis kecil-kecilan dengan keuntungan yang lumayan. Jika bisnis ini berjalan dengan baik, tidak menutup kemungkinan suatu saat bisa berkembang dalam skala yang lebih besar lagi. Apakah Anda sudah mulai memikirkan akan memulai bisnis yang mana?

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *